Seberapa Siap Perusahaan Menghadapi ISSB Standards IFRS S1 & S2?

Sepuluh Pertanyaan Kunci yang Memerlukan Jawaban Sesegera Mungkin Apa manfaat keberlanjutan bagi bisnis? Pagi itu, rapat manajemen tentang ESG dan keberlanjutan berjalan seperti biasa. Layar menampilkan laporan keberlanjutan terbaru: grafik emisi terlihat meyakinkan, target energi tersusun rapi, dan program sosial memenuhi beberapa halaman. Semua tampak berjalan baik, sampai seseorang mengajukan pertanyaan yang mengubah arah percakapan: […]
Ekonomi Karbon dan Daya Saing Korporasi Indonesia

Pada sebuah pagi di kawasan industri di Jawa Barat, cerobong pabrik kembali mengepulkan asap, menyatu dengan ritme produksi yang telah berlangsung sejak dini hari. Truk bergerak keluar-masuk gerbang, mesin dan generator beroperasi, sementara layar di ruang kendali mencatat setiap ton produk yang dihasilkan. Namun, di antara berbagai angka yang dipantau dengan cermat, ada satu ukuran […]
Langkah Praktis Penerapan IFRS S1 & S2 Bagi Korporasi di Indonesia

Saatnya bergeser dari pelaporan keberlanjutan yang dulu sering diperlakukan sebagai narasi indah tentang keberlanjutan, menuju informasi finansial yang menguji prospek, arus kas, risiko, strategi, dan ketahanan iklim perusahaan. Bayangkan sebuah perusahaan bagaikan sebuah kapal yang melintasi lautan berombak pada malam hari. Di ruang kendali, manajemen tidak lagi cukup membaca kompas keuangan: laba, aset, utang, […]
The Legitimacy Trap: Why ESG Needs to Refocus, Not Retreat

Chandra | Senior ESG Consultant, Karisman Consulting · MFin in Sustainable Finance, UIII · GRI Certified Training Partner I. THE PROBLEM WITH PERFORMING LEGITIMACY There is a concept in organizational theory called the legitimacy gap — the distance between what society expects of an organization and what that organization actually does. For much of […]
Biodiversity Matters: Pelaporan Keanekaragaman Hayati Berbasis GRI 101

GRI 101 mengubah cara perusahaan membaca jejaknya di bentang kehidupan. Di Indonesia, perubahan itu menjadi makin penting ketika standar global bertemu dengan IBSAP 2025–2045 sebagai peta jalan nasional pengelolaan keanekaragaman hayati. Ada masa ketika keanekaragaman hayati (kehati) dipandang sebagai urusan taman nasional, peneliti lapangan, atau aktivis lingkungan semata. Korporasi cukup datang belakangan, menanam pohon, memasang […]






